Wahai sang raja semesta....kembali rasaku hadir, dan yang memang tak akan bisa kulari darinya. Fitrah yang Kau beri, jadikanlah sebagai pencetus syukur, Aduan segenap kelemahan diri, bukan pembuka pintu murka dan amarah....astaghfirullaah..
Rabbi, dalam yakinku....masihlah ada senantiasa tanya atas segala ketidak sempurnaan ini, walaupun kuterus melangkah berjalan diantara rangkaian alur yang belum jua membuat puas untuk dapat mengerti dan fahami...mengapa, bagaimana, haruskah, pabila, bahkan terkadang.....masihkah sanggup?.
Duhai sang pengasih, kucoba menyerahkan segalanya, hingga kuingin seperti apa yang terucap dari hamba solihMu....melelehkan cintaku padaMu, karena telah sempurnanya rencana sempurnaMu bagiku.
Rabbi, desah nafasku yang kadang sekedar ingin meluaskan hati, menenangkan gelisah jiwa, dan Engkau adalah lebih mengetahui segalanya.
Rabb...setiap kali terulang alpa, jatuh kembali hamba kedalam nestapa hati, menyeruak sesal, Allah...kulemah, dhaif, alpa yang tiada sanggup terhilangkan. Ampunilah...
Yaaa rahman, yaa rahim, yaa karim, yaaa 'aziz, yaaa ghofar...naungi, rahmati , ridhoi...di segala detik waktu helaan nafasku.
Dalam senyum kubertahan, dalam diam kubertanya, dalam resah ku mengais titik-titik temaramnya hikmah yang terkadang terlalu sulit untuk dapat tersingkap jelas diperiode waktu yang tanpa batas.
Bertanya tak berjawab, berjalan tanpa ujung, berharap tanpa batas, bersabar hingga akhir, dan,,,mengalirlah butiran bening kelemahan, inilah sejatinya diri yang rapuh,,,dihadapanMu.
Sabtu, 12 November 2016
Rabu, 19 Oktober 2016
istighfarqu padaMu-Rabb
Rabb,,jika ini salah ampunilah,jikapun ini satu kekeliruan mohon segala permaklumanMu....jangan Kau marah padaku,kasihanilah diri hamba....
Janganlah Engkau biarkan hamba terlihat lemah dihadapan mereka.
Rabb, apakah kondisi diri dan sikapku ini sudah benar??, ataukah masih jauh dari kriteriaMu. Diriku hanyalah satu mahkluk ciptaanMu yang terkadang merasakan betapa lelah jiwa, letih hati ini, berat himpitan direlung dada, seakan bebatuan gunung yang menindih menyesakkan.
Lemahnya akal diri dalam memilah makna dan hikmah dari setiap ketentuan yang Kau hadapkan, setiap takdir yang Engkau gariskan, membuat terkadang seakan tiada lagi asa yang tersisa, bahkan untuk sekedar menghela nafas.
Rabb, tak ada niatku untuk berputus asa dari rahmatMu yang maha luas. Akupun sungguh menyadari bahwa telah begitu sempurnanya rancangan yang engkau siapkan bagiku. Namun seringkali kumerasa rapuh, resah dan gelisah yang mendera melemahkan jiwa.
Rabb....menahankan semuanya ini, rasanya bagaikan seperti ingin mati, meninggalkan fana yang membelenggu.
Ampunilah daku, wahai sang pemilik semesta, atas segala kealpaan yang ada, kasihanilah hamba yang dhoif, yang tak punya kekuatan selain bersandar padaMu, yang tak dapat meminta selain hanya kepadaMu, yang tak dapat memandang kecuali dengan hikmah petunjukMu.
Karuniakanlah bagiku yang terbaik dari sisiMu. Engkaulah yang memutuskan segala perkara, pemilik semua urusan, bahkan setiap yang terjadi adalah bagian dari rencana dan kehendakmu, tak ada satupun yang luput dariMu, bahkan dedaunan yang jatuh kebumi adalah satu dari sekian catatan diagendaMu, dan segalanya adalah mudah bagiMu.
Rabb, apakah kondisi diri dan sikapku ini sudah benar??, ataukah masih jauh dari kriteriaMu. Diriku hanyalah satu mahkluk ciptaanMu yang terkadang merasakan betapa lelah jiwa, letih hati ini, berat himpitan direlung dada, seakan bebatuan gunung yang menindih menyesakkan.
Lemahnya akal diri dalam memilah makna dan hikmah dari setiap ketentuan yang Kau hadapkan, setiap takdir yang Engkau gariskan, membuat terkadang seakan tiada lagi asa yang tersisa, bahkan untuk sekedar menghela nafas.
Rabb, tak ada niatku untuk berputus asa dari rahmatMu yang maha luas. Akupun sungguh menyadari bahwa telah begitu sempurnanya rancangan yang engkau siapkan bagiku. Namun seringkali kumerasa rapuh, resah dan gelisah yang mendera melemahkan jiwa.
Rabb....menahankan semuanya ini, rasanya bagaikan seperti ingin mati, meninggalkan fana yang membelenggu.
Ampunilah daku, wahai sang pemilik semesta, atas segala kealpaan yang ada, kasihanilah hamba yang dhoif, yang tak punya kekuatan selain bersandar padaMu, yang tak dapat meminta selain hanya kepadaMu, yang tak dapat memandang kecuali dengan hikmah petunjukMu.
Karuniakanlah bagiku yang terbaik dari sisiMu. Engkaulah yang memutuskan segala perkara, pemilik semua urusan, bahkan setiap yang terjadi adalah bagian dari rencana dan kehendakmu, tak ada satupun yang luput dariMu, bahkan dedaunan yang jatuh kebumi adalah satu dari sekian catatan diagendaMu, dan segalanya adalah mudah bagiMu.
Langganan:
Postingan (Atom)