Rabu, 01 Februari 2017

Tegarkan Hati......

Jauh....telah kurasa diri ini berjalan, diluasnya alam kefanaan, dalam genggaman kuasaMu, hingga detik ini wahai zat yang maha Pengasih...hamba masihlah berada disini, diantara semesta raya yang telah Engkau hamparkan, dalam naungan satu-satunya langit sebagai salah satu dari lambang keagungan dan kemaha besaranMu.

Berlari dari takdirMu, menghindar dari fitrah kuasaMu, Menghilang dari jangkauan iradahMu...adalah hal mustahil yang mampu hamba lakukan. Hamba memanglah tiada memiliki pilihan yang lain, selain tunduk, pasrah dan patuh dengan segenap sunnatullah ini. Menjernihkan kembali akan setiap buramnya pandangan mata iman dalam hati, membersihkan noda yang senantiasa berusaha mengotori keihklasan niat,,,,wahai Rabb, terkadang hambaMu ini merasai...kelelahan, bahkan..begitu sangat,owwhhhh...lemahnya daku.

Pinta dan permohonan ini kerap bergumul dalam bimbang, antara keinginan dan kepasrahan, antara pilihan dan penerimaan, haruskah terucap dengan lisan, ataukah diam dalam seribu harap. Kuyakini Engkau zat yang maha tau tentang yang tersurat juga yang tersirat. Bagaimanakah sebaik yang Kau ingini wahai....pemilik jiwa?, kujalani semampu diri, mohon cahaya petunjukMu disetiap ragu, letih, dan harap.

Rabb, dalam rapuh hamba berusaha agar tetap teguh, dalam lemah hamba kuatkan asa tuk semata dapat menggapai ridho dan naungan dalam kasih abadiMu. Tolong jaga diri hamba yang sungguh tak sempuna ini hingga nantinya janjiMu yang terbaik bagiku kan dapat kurasai sebagai yang terindah disisiMu. Dalam gelisah jiwa kumohon kasih, ampun dan ridhoMu....




Sabtu, 12 November 2016

Untai Qalbu Di Kedalaman Asaku

Wahai sang raja semesta....kembali rasaku hadir, dan yang memang tak akan bisa kulari darinya. Fitrah yang Kau beri, jadikanlah sebagai pencetus syukur, Aduan segenap kelemahan diri, bukan pembuka pintu murka dan amarah....astaghfirullaah..

Rabbi, dalam yakinku....masihlah ada senantiasa tanya atas segala ketidak sempurnaan ini, walaupun kuterus melangkah berjalan diantara rangkaian alur yang belum jua membuat puas untuk dapat mengerti dan fahami...mengapa, bagaimana, haruskah, pabila, bahkan terkadang.....masihkah sanggup?.

Duhai sang pengasih, kucoba menyerahkan segalanya, hingga kuingin seperti apa yang terucap dari hamba solihMu....melelehkan cintaku padaMu, karena telah sempurnanya rencana sempurnaMu bagiku.

Rabbi, desah nafasku yang kadang sekedar ingin meluaskan hati, menenangkan gelisah jiwa, dan Engkau adalah lebih mengetahui segalanya.

Rabb...setiap kali terulang alpa, jatuh kembali hamba kedalam nestapa hati, menyeruak sesal, Allah...kulemah, dhaif, alpa yang tiada sanggup terhilangkan. Ampunilah...

Yaaa rahman, yaa rahim, yaa karim, yaaa 'aziz, yaaa ghofar...naungi, rahmati , ridhoi...di segala detik waktu helaan nafasku.

Dalam senyum kubertahan, dalam diam kubertanya, dalam resah ku mengais titik-titik temaramnya hikmah yang terkadang terlalu sulit untuk dapat tersingkap jelas diperiode waktu yang tanpa batas.

Bertanya tak berjawab, berjalan tanpa ujung, berharap tanpa batas, bersabar hingga akhir, dan,,,mengalirlah butiran bening kelemahan, inilah sejatinya diri yang rapuh,,,dihadapanMu.


Rabu, 19 Oktober 2016

istighfarqu padaMu-Rabb

Rabb,,jika ini salah ampunilah,jikapun ini satu kekeliruan mohon segala permaklumanMu....jangan Kau marah padaku,kasihanilah diri hamba....
Janganlah Engkau biarkan hamba terlihat lemah dihadapan mereka.

Rabb, apakah kondisi diri dan sikapku ini sudah benar??, ataukah masih jauh dari kriteriaMu. Diriku hanyalah satu mahkluk ciptaanMu yang terkadang merasakan betapa lelah jiwa, letih hati ini, berat himpitan direlung dada, seakan bebatuan gunung yang menindih menyesakkan.

Lemahnya akal diri dalam memilah makna dan hikmah dari setiap ketentuan yang Kau hadapkan, setiap takdir yang Engkau gariskan, membuat terkadang seakan tiada lagi asa yang tersisa, bahkan untuk sekedar menghela nafas.

Rabb, tak ada niatku untuk berputus asa dari rahmatMu yang maha luas. Akupun sungguh menyadari bahwa telah begitu sempurnanya rancangan yang engkau siapkan bagiku. Namun seringkali kumerasa rapuh, resah dan gelisah yang mendera melemahkan jiwa.

Rabb....menahankan semuanya ini, rasanya bagaikan seperti ingin mati, meninggalkan fana yang membelenggu.

Ampunilah daku, wahai sang pemilik semesta, atas segala kealpaan yang ada, kasihanilah hamba yang dhoif, yang tak punya kekuatan selain bersandar padaMu, yang tak dapat meminta selain hanya kepadaMu, yang tak dapat memandang kecuali dengan hikmah petunjukMu.

Karuniakanlah bagiku yang terbaik dari sisiMu. Engkaulah yang memutuskan segala perkara, pemilik semua urusan, bahkan setiap yang terjadi adalah bagian dari rencana dan kehendakmu, tak ada satupun yang luput dariMu, bahkan dedaunan yang jatuh kebumi adalah satu dari sekian catatan diagendaMu, dan segalanya adalah mudah bagiMu.