Wahai sang raja semesta....kembali rasaku hadir, dan yang memang tak akan bisa kulari darinya. Fitrah yang Kau beri, jadikanlah sebagai pencetus syukur, Aduan segenap kelemahan diri, bukan pembuka pintu murka dan amarah....astaghfirullaah..
Rabbi, dalam yakinku....masihlah ada senantiasa tanya atas segala ketidak sempurnaan ini, walaupun kuterus melangkah berjalan diantara rangkaian alur yang belum jua membuat puas untuk dapat mengerti dan fahami...mengapa, bagaimana, haruskah, pabila, bahkan terkadang.....masihkah sanggup?.
Duhai sang pengasih, kucoba menyerahkan segalanya, hingga kuingin seperti apa yang terucap dari hamba solihMu....melelehkan cintaku padaMu, karena telah sempurnanya rencana sempurnaMu bagiku.
Rabbi, desah nafasku yang kadang sekedar ingin meluaskan hati, menenangkan gelisah jiwa, dan Engkau adalah lebih mengetahui segalanya.
Rabb...setiap kali terulang alpa, jatuh kembali hamba kedalam nestapa hati, menyeruak sesal, Allah...kulemah, dhaif, alpa yang tiada sanggup terhilangkan. Ampunilah...
Yaaa rahman, yaa rahim, yaa karim, yaaa 'aziz, yaaa ghofar...naungi, rahmati , ridhoi...di segala detik waktu helaan nafasku.
Dalam senyum kubertahan, dalam diam kubertanya, dalam resah ku mengais titik-titik temaramnya hikmah yang terkadang terlalu sulit untuk dapat tersingkap jelas diperiode waktu yang tanpa batas.
Bertanya tak berjawab, berjalan tanpa ujung, berharap tanpa batas, bersabar hingga akhir, dan,,,mengalirlah butiran bening kelemahan, inilah sejatinya diri yang rapuh,,,dihadapanMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar